Tuesday, December 25, 2012

Pengalaman sedekah yang mengagumkan


Pengalaman sedekah penulis dalam mempraktekkan ilmu  sedekah bisa dibilang belum terlalu banyak. Memang banyak sekali godaan yang sering mengganggu pada waktu ingin bersedekah seperti : sedekah koq banyak-banyak, udah capek-capek cari duit koq malah disedekahin dan lain-lain. Tetapi penulis sadar bahwa sedekah itu adalah amalan yang harus selalu dipupuk, Ikhlas itu harus dipelajari dengan cara diamalin. Jadi seringkali penulis memaksa diri sendiri untuk terus bersedekah, walaupun kadang sampai kepikiran terus (mungkin belum ikhlas). Dan satu yang penulis rasain setelah melakukan amalan sedekah adalah penulis tidak pernah merasa kekurangan materi, walaupun uang pas mau habis tetapi ada saja rezeki yang terus datang, Alhamdulillah. Oke, pada artikel kali ini penulis ingin berbagi tentang pengalaman sedekah yang pernah penulis alamin semoga bisa memberi inspirasi bagi anda.

Mendapat jodoh gara-gara sedekah

Pada waktu itu saya adalah seorang pemuda yang belum menikah dalam keadaan merantau dan sudah mempunyai penghasilan tetap. Sebenarnya saya sudah lama mempunyai niat untuk berkeluarga mengingat penghasilan sudah mapan dan usia juga sudah cukup matang. tetapi memang jodoh belum mendekat dan pengalaman saya membina hubungan dengan beberapa gadis selalu kandas. Itulah yang membuat saya jadi males untuk membina hubungan lagi. Dalam tiap selesei sholat saya selalu berdoa agar diberi jodoh yang terbaik. Waktu itu pun saya belum terlalu tahu mengenai ilmu sedekah, tetapi alhamdulillah ada keinginan dalam diri saya yang selalu membimbing saya untuk selalu bersedekah tiap kali menerima gaji pada awal bulan. Waktu itu saya selalu menyisihkan 10% dari gaji saya di awal bulan dan saya transfer ke rekening yayasan panti asuhan. Ada perasaan bahagia menyelimuti tiap kali saya bersedekah walaupun  Cuma lewat transfer ATM. Entah darimana asalnya, doa saya mulai terjawab. Allah mengirimkan kepada saya seorang wanita yang juga menyatakan ingin segera menikah. Akhirnya gayung pun bersambut setelah kurang lebih tujuh bulan saling mengenal akhirnya kami memantapkan diri untuk memasuki jenjang pernikahan.

Bisa bersatu dengan keluarga gara-gara sedekah

Pengalaman sedekah kali ini adalah yang terhebat buat saya. Bagaimana tidak? Dengan sedekah sesuatu hal yang mustahil pun bisa segera terjadi. Seperti kisah saya sebelumnya, saya adalah seorang perantau yang tinggal jauh dar keluarga. Ketika sudah menikah pun keadaan tidak jauh berbeda. Kebetulan saya adalah seorang PNS yang dinas di sebuah kota di kalimantan timur sedangkan istri juga PNS yang dinas di jakarta. Karena kondisi ini, setelah menikah kami pun terpaksa tinggal jauh-jauhan. Kadang-kadang sebulan sekali saya menengok istri di jakarta dan terkadang istri yang datang ke kalimantan. Waktu itu alhamdulillah setelah sebulan menikah istri saya dinyatakan hamil. Senang sekali rasanya tetapi juga ada sedikit kecewa mengingat kondisi kami yang jauh-jauhan sehingga istri terpaksa harus tinggal sendirian di jakarta dalam keadaan hamil. Waktu itu saya berpikir keras bagaimana caranya agar saya bisa pindah ke jakarta. Rekan kerja saya waktu itu pada pesimis saya bisa mutasi ke jakarta mengingat masa bakti saya baru 2 tahun, sedangkan banyak senior saya yang sudah puluhan tahun di kalimantan tetapi masih saja sulit untuk mutasi. Waktu itu kebetulan saya sudah mengenal dan mempelajari tentang ilmu sedekah. Banyak buku-buku tentang sedekah yang saya koleksi diantaranya adalah 7 keajaiban rejeki karya Ippho Santosa yang banyak mengupas otak kanan dan disitu diterangkan tentang dahsyatnya sedekah, juga ada beberapa buku karya Ustadz Yusuf Mansur yang berjudul Kun Fayakun 2 dimana dikisahkan beberapa kisah keajaiban sedekah. Bahkan kata-kata yang sangat menginspirasi dan memotivasi saya dari kedua buku itu adalah jika anda sedekah jor-joran maka balasannya pun akan membuat kita terbelalak. Saya pun mulia tertantang, saya niatkan untuk sedekah dengan nominal yang agak besar setiap kali mendapat gaji ataupun uang proyek. Saya juga mengajak istri untuk melakukan hal yang sama. Setelah beberapa bulan melakukan amalan sedekah diatas, tanpa disangka sangka SK mutasi saya pun langsung keluar. Ini benar-benar surprise bagi saya, bahkan banyak teman-teman kerja saya yang tidak percaya dengan kejadian ini. Dalam hati saya berkata balasan sedekah dari Allah benar-benar tunai. Dan lebih dahsyat lagi SK mutasi saya keluar seminggu sebelum kelahiran anak kami, jadi saya punya waktu untuk menunggui persalinan istri. Alhamdulillaahirrobbil a’lamiin.

Bisa punya rumah gara-gara sedekah.
Pengalaman sedekah kali ini tidak kalah serunya. Setelah bisa mutasi ke jakarta, saya masih tinggal di kontrakan bersama istri dan anak yang baru lahir. Namanya juga manusia, setelah doanya terkabul maka doa lain pun segera menyusul. Setelah hajat mutasi ke jakarta terkabul, kini doa saya adalah segera punya rumah sendiri. Dalam setiap doa selalu saya panjatkan dan tidak lupa disertai dengan amalan sedekah. Ya sedekah sudah menjadi andalan saya untuk membeli hajat saya. Bahkan ustadz yusuf mansur menyarankan bila kita punya hajat maka bersedekahlah minimal 10% dari nilai hajat kita, misalnya jika kita ingin segera sembuh dari penyakit maka bersedekahlah 10% dari obat penyakit kita. Saran tersebut selalu saya pegang, jika motivasi saya dalam bersedekah mulai kendor saya coba untuk membaca buku-buku tentang sedekah atau artikel-artikel apapun di internet yang memotivasi saya untuk terus bersedekah. Alhamdulilillah Allahu Akbar belum genap setahun saya pindah ke jawa, Allah sudah memberikan rumah terbaik buat saya dan keluarga. Walaupun masih mencicil akhirnya saya bisa punya rumah sendiri, dan saya sangat yakin saya bisa segera melunasi KPR saya dengan amalan ilmu sedekah yang luar biasa ini.

 

No comments:

Post a Comment