Saturday, June 23, 2012

Dahsyat dan sukses dengan otak kanan


Otak kanan dengan segala kelebihannya telah menjadi trend di abad ke-21. Kita lihat saja, saat ini profesi yang paling dihargai adalah profesi yang mengandalkan otak kanan, semisal : entertainer, entrepreneur, conceptualizer dan spiritualis. Berbasis high touch dan kreatifitas, itulah ciri khas otak kanan. Berbeda dengan era sebelumnya yang lebih mengandalkan dan menghargai profesi dengan otak kiri contoh : programmer, arsitek, insinyur, akuntan dan dokter. Berbasis high tech dan analis itulah ciri khas otak kiri.

Otak kanan dapat diumpamakan seperti kuda dalam permainan catur. Kita lihat bahwa kerja kuda dalam permainan catur sering tak terduga dan tak terhalang oleh apapun. Begitu juga dengan otak kanan yang suka perubahan dan tantangan, afektif, empati, luwes, implisit dan other centric berbeda dengan otak kiri yang terukur dan terencana, kognitif, realistis, matematis, eksplisit dan self-centric. Singkatnya, otak kiri lebih suka melakukan hal-hal yang sama, dengan cara yang sama dan sangat membosankan bagi otak kanan tentunya.

Untuk lebih memahami karakteristik otak kanan, dapat kita bandingkan dua profesi berikut: Pengusaha dan karyawan. Pengusaha adalah profesi yang sangat kanan, mengapa? Karena mereka lebih visioner, lebih kreatif, lebih impulsif, lebih intuitif, berpikir holistik, empati ke semua pihak dan memahami yang tersirat. Mereka tidak terlalu memahami detail secara teknis, tidak terlalu menguasai kalkulasi dan tidak terlalu fokus. Berbeda dengan profesi karyawan yang lebih mengandalkan otak kiri. Mereka menguasai hal-hal teknis, kurang menyukai tantangan dan perubahan, butuh keahlian teknis dan fokus. Itulah sebabnya banyak orang lebih memilih menjadi karyawan dibanding pengusaha, karena sistem pendidikan kita yang lebih menekankan pendidikan bagi otak kiri daripada otak kanan. 

Suatu contoh lagi, belajar berenang cara otak kiri dibanding otak kanan. Cara kiri dia akan mencari buku panduan renang, mencari pelatih renang, latihan teori dulu sekian lama baru praktek di kolam renang, kelamaan bukan? Bandingkan dengan cara kanan, dia akan mencari teman yang mahir berenang, terus langsung nyebur di kolam dangkal, lebih cepat bukan? Ringkas kata, untuk lebih melejitkan potensi kita entah dalam karier, bisnis, jodoh dan bidang lainnya maka asahlah otak kanan dan pakailah cara-cara kanan.


1 comment:

  1. Mantap kang artikelnya tentang otak kanan. Sangat menambah informasi lagi buat saya ini. Informasi tentang otak kanan saya jadi bertambah. hehehe. Tapi Kang saya ingin tanya bagaimana cara untuk melatih otak kanan?

    ReplyDelete